Ketika
mau masuk kelas sore disekolah, sambil menunggu jam masuk aku duduk di lobi
depan sekolah jam saat itu menunjukkan jam 14.15, ada waktu 15 menit lagi
gumaku dalam hati, aku ingin sekali membaca berita yang tertera atas meja
piket, di meja piket masih tidak adapenghuni dikarenakan jam istirahat siang,
aku ambil disisi pojok paling kiri yang dekat dengan pohon cemara yang rindang
sambil membolak balik koran tersebut tiada terasa jumpa dengan siswa yang sudah
lulustahun lalu dari SMA tersebut, dari jauh dia menyapa saya,,, Bapak apa
kabar, ooo zia kamu nak,,, bapak kabar baik, kamu sendiri bagaimana Nak?
Alhamdulillah saya baik juga pak, Lulus di mana kamu Nak ? Saya dua lulus Pak,
satu di UIN Satu di Unsyiah Pak, Alhamdulillah, rencana kamu pilih dimana Nak,
rencana dua duanya pak, baguslah nak mudah mudahan bisa selesai dua duanya
tepat waktu,,, Pak.... Ya Nak, ada apa,,, ada yang bisa bapak bantu Nak,,,,? Ya
pak betul apa yang bapak katakan ketika
kami masih SMA dulu bapak pernah memberi tahu kepada kepada kami bahwa kami
akan merasakan hal yang berbeda ketika kalian kuliah , bapak saya mau minta
petuah tentang bagaimana kuliah, bagaimana menjadi mahasiswa yang baik,,, Nak,
kuliah tidak jauh berbeda dengan sekolah namun di perkuiahan itu, mahasiswanya
lebih aktif dibandingkan dosen, karena dosen hanya memberikan materi sepintas
saja berbeda dengan dengan disekolah, kalau disekolah guru memberi, menyiapkan
dan menyajikan,,, tetapi sangat jauh berbeda dengan di kampus, begitu dengan
ujian yang sering dadakan, nilai objektif, tidak ada istilah kasih sayang
seperti sekolah, Nak,,, Allah tidak akan memberikan ujian buat kita yang tidak
sanggup, karena yakinlah Allah tunjukan jalan yang baik buat kita yang mau
berusaha, nah ketika nanti kalian kuliah, pilih pilihlah organisasi yang kalian
ikuti sesuai dengan keinginan dan kemampuan kalian, tidak semua organisasi bisa
kalian ikuti, kalian harus ingat tujuan utama kalian masuk perguruan tinggi untuk
apa,,, ikut organisasi atau kuliah, jangan pernah kecewakan orang tuamu Nak,
orang tuamu rela membanting tulang untuk kebutuhanmu kuliah, bahkan rela
kulitnya dibakar oleh matahari dan disirami oleh hujan demi membahagiakan
kamu,,, buatlah orang tua mu bangga Nak,
dengan
sedikit terharu zia menjawab ya pak saya akan buat orang tua saya bahagia pak, doakan
saja pak,,, Zia bapak ikut bangga terhadap kamu nak, kamu pernah bapak didik,
kamu pernah menjadi murid bapak mudah mudah saja kamu bisa mencapai cita citamu
dan Allah kabulkan doamu, Aminn, tiada terasa jam di tanganaku sudah
menunjukkan jam 14.30, zia kemudian pamit kepadaku, “pak Zia izin dulu mau ke
Tata Usaha Untuk mengambil Ijazah asli, Ya Nak Silahkan jawabku,,
kemudian
akupun melangkah menuju ke kelas aku yang terletak di lantai 2 sambil berjalan
aku berfikir sambil mengingat pepatah ayahandaku bahwa suatu saat engkau akan
merasakan indahnya jadi seorang guru, engkau akan di hormati oleh banyak orang,
dan selalu dimuliakan oleh muridmu di mana pun engkau berada, walaupun guru itu
dapat sebutan dengan gelar pahlawan tanpa jasa, tapi jasa guru tidak bisa di
beli dengan bentuk apapun dan di manapun, Salam Perubahan Pendidikan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar