Jumat, 21 April 2017

MANAJEMEN DALAM PENDIDIKAN



MANAJEMEN PENDIDIKAN

2.1    PENGERTIAN MANAJEMEN
           Kata manajemen berasal dari bahasa latin yaitu manus yang berarti tangan dan ager yang berarti melakukan. Kata-kata itu digabung menjadi  kata kerja manegere yang artinya menangani, Managere diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris yaitu dalam bentuk kerja tomanage dengan kata benda management.Manajer untuk orang yang melakukan kegiatan manejemen. Kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi manajemen atau pengelolaan.
v Pengertisan Manajemen Menurut Para Ahli:
          Menurut Stoner, Ilmu Manajemen merupakan proses dalam membuat suatu perencanaan, pengorganisisasian, pengendalian serta memimpin berbagai usahda dari anggota organisasi dan juga mempergunakan semua sumber daya yang dimiliki untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.
 
2.2 PENGERTIAN STUDY MANAJEMEN PENDIDIKAN
Manajemen pendidikan merupakan salah satu cabang ilmu sosial yang pada intinya adalah mempelajari tentang prilaku manusia yang kegiatannya sebagai subjek dan objek. Secara filosofis, prilaku manusia terbentuk oleh interaksi antar manusia, iklim organisasi (konteks organisasi), dan sistem.
        Kemudian dapat kita lihat pula dari pengertian manajemen dan pengertian pendidikan diatas, maka kita dapat mendefinisikan Manajemen Pendidikan sebagai suatu Proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan dalam mengelola sumber daya yang berupa man, money, materials, method, machines, market, minute dan information untuk mencapai tujuan yang efektif dan efisien dalam bidang pendidikan.
Objek atau sumber daya yang menjadi kajian dalam manajemen pendidikan ada tujuh  yaitu :
1.Man
         Man atau manusia adalah unsur terpenting yang perlu dikelola dalam manajemen pendidikan, pengelolaan yang biasa dilakukan misalnya dengan mengorganisasikan manusia dengan melihat apa yang menjadi keahlian orang tersebut.
2. Money
        Money atau uang dimaksudkan untuk mengelola pemdanaan atau pembiayaan   secara efisien sehingga tidak terjadi pemborosan dalam suatu lembaga pendidikan.
3. Materials
              Materials atau bahan materi merupakan aspek yang tidak kalah penting dalam manajemen pendidikan, melalui pengelolaan material maka bisa terbentuk kurikulum yang berisi panduan dasar untuk mentranfer ilmu dari guru ke siswa.
4. Metode
             Pengelolaan metode juga harus dilakukan dengan baik, metode yang digunakan untuk mengajar guru di sekolah atau dengan guru di sekolah lain tidak sama karena tergantung pada kesiapan siswa yang diajar.
5.    Mesin
        Pengelolaan mesin bertujuan untuk dapat mengelola mesin yang digunakan untuk mendukung proses belajar mengajar supaya dapat digunakan sebaik mungkin dan tidak cepat mengalami kerusakan, untuk orang yang mengelola mesin biasanya harus orang yang benar-benar tau cara merawat mesin tersebut dengan baik.
6.      Market
          Market atau pasar adalah salah satu kunci yang menentukan sekolah atau lembaga pendidikan tersebut menjadi lembaga pendidikan yang besar atau kecil, pasar yang dimaksud adalah masyarakat secara luas, sasaran yang dituju adalah masyarakat yang berniat menyekolahkan putra putri mereka.
7.      Minutes
         Minutes atau waktu perlu dikelola dengan baik karena waktu belajar peserta didik di sekolah sangat terbatas, sehingga perlu pengelolaan yang baik supaya waktu belajar mengajar menjadi lebih efisien.

2.3      PENTINGNYA MANAJEMEN DALAM  PENDIDIKAN

        Dengan mempelajari manajemen pendidikan dengan baik, diharapkan seseorang dapat mengelola sumber daya secara efisien, misalnya sumber daya yang berupa pembiayaan, waktu dan lain sebagainya. Dan juga dengan mempelajari manajemen pendidikan secara berkesinambungan dan secara sungguh-sungguh, sehingga seseorang dapat mengefektifkan proses dan sumber daya yang dikelola untuk mencapai tujuan dengan optimal.

2.4   RUANG LINGKUP MANAJEMEN PENDIDIKAN
         Ruang lingkup dari manajemen pendidikan dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu : Menurut Wilayah Kerja, Menurut Objek garapan, dan Menurut Fungsi Kegiatan.
1.      Menurut Wilayah kerja, ruang lingkupnya meliputi : Manajemen seluruh negara, manajemen satu propinsi, manajemen satu unit kerja, dan manajemen kelas.
2.      Menurut Objek garapan, ruang lingkupnya meliputi : Manajemen siswa, manajemen ketenaga pendidikan, manajemen sarana-prasarana, manajemen tata laksana pendidikan, manajemen pembiayaan dan manajemen humas.
3.      Menurut Fungsi Kegiatan, ruang lingkupnya meliputi : Merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan, mengkoordinasikan,  mengko-munikasikan, mengawasi atau mengevaluasi.
                
2.5    FUNGSI-FUNGSI MANAJEMEN PENDIDIKAN
        fungsi manajemen ada empat yaitu fungsi perencanaan (planning), fungsi pengorganisasian (organizing), fungsi pelaksanaan (actuating) dan fungsi pengendalian (controlling).
1.      Planning sendiri berarti merencanakan atau perencanaan, terdiri dari 5, yaitu:
a.    Menetapkan tentang apa yang harus dikerjakan, kapan dan bagaimana melakukannya.
b.    Membatasi sasaran dan menetapkan pelaksanaan-pelaksanaan kerja untuk mencapai efektivitas maksimum melalui proses penentuan target.
c.    Mengumpulkan dan menganalisa informasi
d.   Mengembangkan alternatif-alternatif
e.    Mempersiapkan dan mengkomunikasikan rencana-rencana dan keputusan-keputusan.
2.      Pengorganisasian( organizing) terdiri dari :
a.       Menyediakan fasilitas-fasilitas perlengkapan, dan tenaga kerja yang diperlukan untuk penyusunan rangka kerja yang efisien.
b.      Mengelompokkan komponen kerja ke dalam struktur organisasi secara teratur.
c.       Membentuk struktur wewenang dan mekanisme koordinasi.
d.      Merumuskan dan menentukan metode serta prosedur.
e.       Memilih, mengadakan latihan dan pendidikan tenaga kerja dan mencari sumber-sumber lain yang diperlukan.
3.        Pelaksana merupakan kegiatan untuk merealisasikan rencana menjadi tindakan nyata dalam rangka mencapai tujuan secara tepat dan baik, dan akan memiliki nilai jika dilaksanakan dengan efektif dan efisien.
4.        Controlling atau pengawasan, sering disebut pengendalian, adalah salah satu fungsi manajemen yang berupa mengadakan penilaian dan sekaligus bila perlu mengadakan koreksi sehingga apa yang sedang dilakukan bawahan dapat diarahkan ke jalan yang benar dengan maksud tercapainya suatu   tujuan.

2.6    TUJUAN DAN MANFAAT MANAJEMEN PENDIDIKAN
v  Tujuan Belajar Manajemen Pendidikan
    Tujuan study manajemen pendidikan yaitu  bertujuan untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.


v   Manfaat manajemen pendidikan yaitu:
1.  Menciptakan suasana belajar yang bermutu dan menyenangkan dan yang lebih penting lagi adalah dapat menciptakan peserta didik belajar cara belajar (learning how to learn) yang terbaik bagi dirinya.
2.  Meningkatkan kompetensi manajemen pendidikan bagi pendidik sehingga lebih professional.
3.  Menghemat sumberdaya dengan hasil memuaskan.
4.  Mendapatkan tenaga kependidikan yang professional.
    

2.7      MACAM-MACAM MANAJEMEN
1)    Manajemen Sekolah
2)    Manajemen Sumberdaya Manusia (SDM)
3)    Manajemen Keuangan
4)    Manajemen Pemasaran.
5)    Manajemen Hubungan Masyarakat

Adapun penjabaran makna dari lima pemikiran diatas adalah sebagai berikut
1.   Manajemen Sekolah
        Menurut Nasuha Pengertian Manajemen Sekolah Dalam konteks pendidikan, memang masih ditemukan kontroversi dan inkonsistensi dalam penggunaan istilah manajemen. Di satu pihak ada yang tetap cenderung menggunakan istilah manajemen, sehingga dikenal dengan istilah manajemen pendidikan
2.  Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM)
                Manajemen sumber daya manusia, disingkat MSDM, adalah suatu ilmu atau cara bagaimana mengatur hubungan dan peranan sumber daya (tenaga kerja) yang dimiliki oleh individu secara efisien dan efektif serta dapat digunakan secara maksimal sehingga tercapai tujuan bersama perusahaan, karyawan dan masyarakat menjadi maksimal.
3.      Manajemen Keuangan
          Manajemen keuangan atau pembiayaan merupakan serangkaian kegiatan perencanaan, melaksanakan dan mengefaluasi serta mempertanggung jawabkan pengelolaan dana secara transparan kepada masyarakat dan pemerintah.
langsung yang diperoleh dari berbagai sumber.
4.       Manajemen Hubungan Masyarakat (Humas)
sebagai pencitraan sekolah atau lembaga pendidikan. Humas itu sendiri merupakan fungsi manajemen yang diadakan untuk menilai dan menyimpulkan sikap-sikap publik, menyesuaikan kebijakan dan prosedur instansi atau organisasi untuk mendapatkan pengertian dan dukungan dari massyarakat

2.8     KESALAHAN  MANAJEMEN
Kesalahan manajemen dapat disebabkan oleh beberapa hal yaitu sebagai berikut:
1.     Belum adanya pola struktur organisasi yang seragam.
2.     Belum adanya kesatuan bahasa dalam manajemen.
3.     Belum adanya minat manajemen di beberapa pejabat pimpinan.
4.     Belum adanya keseragaman tentang cara dan tata kerja antara instansi yang  satu dengan yang lain.
5.     Tidak efektifnya pelaksanaan pengawasan.
6.     Kurang tepatnya koordinasi.
7.    Tidak sesuainya rencana dengan kesanggupan ataupun kemampuan pelaksanaan rencana
2.9     PRINSIP-PERINSIP PENGELOLAAN DALAM MANAJEMEN
a.  Prinsip efisiensi dan efektivitas
Agar prinsip efisiensi terlaksana, semua objek organisasi harus dikelola dengan baik, sehingga penerapan prinsip efisiensi benar-benar relevan dengan tujuan yang hendak dicapai.
b.  Prinsip pengelolaan
Dengan pengorganisasian program kerja sesuai perencanaan akan terlihat hubungan antar program yang dimaksudkan, sehingga pada tahap pelaksanaan, pengutamaan efektifitas dan efisiensi terjaga.  Selanjutnya, setiap pelaksanaan diarahkan secara sinergis pada tujuan yang ditargetkan.  Dengan demikian, pengawasan dan evaluasi akan mudah dilaksanakan.
c.   Prinsip pengutamaan tugas pengelolaan
           Manajer adalah orang yang bertanggung jawab penuh dalam pelaksanaan organisasi, baik secara internal maupun eksternal.  Dengan tanggung jawab manajer tersebut, pengutamaan tugas pengelolaan bukan semata-mata berkaitan dengan manajerial internal yang memiliki hubungan dengan manajerial eksternal.
d.   Prinsip kepemimpinan yang efektif
          Manajer adalah seorang pemimpin yang memiliki kebijaksanaa dalam mengambil keputusan.  Dengan demikian, seorang pemimpin wajib mengembangkan hubungan baik dengan semua bawahan.
e.   Prinsip kerja sama                                            
          Semua tugas dan kewajiban manajer tidak diborong oleh satu orang, melainkan dikerjakan menurut keahlian dan tugasnya masing-masing.  Dengan demikian, beban kerjanya tidak menumpuk di satu tempat.  Pembagian tugas, wewenang dan tanggung jawab dipolarisasi berdasarkan prinsip profesionalitas sehingga kerja sama yang dibangun tidak berbelit-belit.

2 komentar: