MANAJEMEN PENDIDIKAN
2.1 PENGERTIAN MANAJEMEN
Kata manajemen berasal dari bahasa
latin yaitu manus yang berarti tangan dan ager yang berarti
melakukan. Kata-kata itu digabung menjadi kata
kerja manegere yang artinya
menangani, Managere diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris yaitu dalam
bentuk kerja tomanage dengan kata benda management.Manajer untuk
orang yang melakukan kegiatan manejemen. Kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa
Indonesia menjadi manajemen atau pengelolaan.
v Pengertisan
Manajemen Menurut Para Ahli:
Menurut Stoner, Ilmu Manajemen merupakan
proses dalam membuat suatu perencanaan, pengorganisisasian, pengendalian serta
memimpin berbagai usahda dari anggota organisasi dan juga mempergunakan semua
sumber daya yang dimiliki untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.
2.2 PENGERTIAN
STUDY MANAJEMEN PENDIDIKAN
Manajemen
pendidikan merupakan salah satu cabang ilmu sosial yang pada intinya adalah
mempelajari tentang prilaku manusia yang kegiatannya sebagai subjek dan objek.
Secara filosofis, prilaku manusia terbentuk oleh interaksi antar manusia, iklim
organisasi (konteks organisasi), dan sistem.
Kemudian dapat kita lihat pula dari pengertian manajemen dan pengertian pendidikan diatas, maka kita
dapat mendefinisikan Manajemen Pendidikan sebagai suatu Proses perencanaan,
pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan dalam mengelola sumber daya yang
berupa man, money, materials, method, machines, market, minute dan information
untuk mencapai tujuan yang efektif dan efisien dalam bidang pendidikan.
Objek atau sumber daya yang menjadi kajian dalam manajemen pendidikan ada
tujuh yaitu :
1.Man
Man
atau manusia adalah unsur terpenting yang perlu dikelola dalam manajemen
pendidikan, pengelolaan yang biasa dilakukan misalnya dengan mengorganisasikan
manusia dengan melihat apa yang menjadi keahlian orang tersebut.
2. Money
Money atau uang dimaksudkan untuk mengelola
pemdanaan atau pembiayaan secara
efisien sehingga tidak terjadi pemborosan dalam suatu lembaga pendidikan.
3. Materials
Materials atau bahan
materi merupakan aspek yang tidak kalah penting dalam manajemen pendidikan,
melalui pengelolaan material maka bisa terbentuk kurikulum yang berisi panduan
dasar untuk mentranfer ilmu dari guru ke siswa.
4. Metode
Pengelolaan metode juga harus dilakukan dengan baik, metode yang digunakan
untuk mengajar guru di sekolah atau dengan guru di sekolah lain tidak sama
karena tergantung pada kesiapan siswa yang diajar.
5. Mesin
Pengelolaan mesin bertujuan untuk dapat mengelola mesin yang digunakan
untuk mendukung proses belajar mengajar supaya dapat digunakan sebaik mungkin
dan tidak cepat mengalami kerusakan, untuk orang yang mengelola mesin biasanya
harus orang yang benar-benar tau cara merawat mesin tersebut dengan baik.
6. Market
Market atau pasar adalah salah satu kunci yang menentukan sekolah atau
lembaga pendidikan tersebut menjadi lembaga pendidikan yang besar atau kecil,
pasar yang dimaksud adalah masyarakat secara luas, sasaran yang dituju adalah
masyarakat yang berniat menyekolahkan putra putri mereka.
7. Minutes
Minutes atau waktu perlu dikelola dengan baik karena waktu belajar peserta
didik di sekolah sangat terbatas, sehingga perlu pengelolaan yang baik supaya
waktu belajar mengajar menjadi lebih efisien.
2.3
PENTINGNYA MANAJEMEN DALAM PENDIDIKAN
Dengan mempelajari manajemen pendidikan
dengan baik, diharapkan seseorang dapat mengelola sumber daya secara efisien,
misalnya sumber daya yang berupa pembiayaan, waktu dan lain sebagainya. Dan
juga dengan mempelajari manajemen pendidikan secara berkesinambungan dan secara
sungguh-sungguh, sehingga seseorang dapat mengefektifkan proses dan sumber daya
yang dikelola untuk mencapai tujuan dengan optimal.
2.4 RUANG LINGKUP MANAJEMEN PENDIDIKAN
Ruang lingkup dari manajemen
pendidikan dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu : Menurut Wilayah Kerja, Menurut
Objek garapan, dan Menurut Fungsi Kegiatan.
1. Menurut Wilayah kerja, ruang lingkupnya meliputi : Manajemen seluruh
negara, manajemen satu propinsi, manajemen satu unit kerja, dan manajemen
kelas.
2. Menurut Objek garapan, ruang lingkupnya meliputi : Manajemen siswa,
manajemen ketenaga pendidikan, manajemen sarana-prasarana, manajemen tata
laksana pendidikan, manajemen pembiayaan dan manajemen humas.
3. Menurut Fungsi Kegiatan, ruang lingkupnya meliputi : Merencanakan, mengorganisasikan,
mengarahkan, mengkoordinasikan, mengko-munikasikan, mengawasi atau
mengevaluasi.
2.5 FUNGSI-FUNGSI MANAJEMEN PENDIDIKAN
fungsi
manajemen ada empat yaitu fungsi perencanaan (planning), fungsi
pengorganisasian (organizing), fungsi pelaksanaan (actuating) dan fungsi
pengendalian (controlling).
1.
Planning sendiri berarti merencanakan atau perencanaan,
terdiri dari 5, yaitu:
a.
Menetapkan tentang apa yang harus dikerjakan, kapan
dan bagaimana melakukannya.
b.
Membatasi sasaran dan menetapkan pelaksanaan-pelaksanaan
kerja untuk mencapai efektivitas maksimum melalui proses penentuan target.
c.
Mengumpulkan dan menganalisa informasi
d.
Mengembangkan alternatif-alternatif
e.
Mempersiapkan dan mengkomunikasikan rencana-rencana
dan keputusan-keputusan.
2.
Pengorganisasian( organizing) terdiri dari :
a.
Menyediakan fasilitas-fasilitas perlengkapan, dan
tenaga kerja yang diperlukan untuk penyusunan rangka kerja yang efisien.
b.
Mengelompokkan komponen kerja ke dalam struktur
organisasi secara teratur.
c.
Membentuk struktur wewenang dan mekanisme koordinasi.
d.
Merumuskan dan menentukan metode serta prosedur.
e.
Memilih, mengadakan latihan dan pendidikan tenaga
kerja dan mencari sumber-sumber lain yang diperlukan.
3.
Pelaksana merupakan kegiatan untuk merealisasikan
rencana menjadi tindakan nyata dalam rangka mencapai tujuan secara tepat dan
baik, dan akan memiliki nilai jika dilaksanakan dengan efektif dan efisien.
4.
Controlling atau pengawasan, sering disebut
pengendalian, adalah salah satu fungsi manajemen yang berupa mengadakan
penilaian dan sekaligus bila perlu mengadakan koreksi sehingga apa yang sedang
dilakukan bawahan dapat diarahkan ke jalan yang benar dengan maksud tercapainya
suatu tujuan.
2.6 TUJUAN DAN MANFAAT MANAJEMEN
PENDIDIKAN
v Tujuan Belajar Manajemen Pendidikan
Tujuan study manajemen pendidikan
yaitu bertujuan untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta
peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa,
bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang
beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat,
berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis
serta bertanggung jawab.
v Manfaat manajemen pendidikan yaitu:
1. Menciptakan suasana belajar yang bermutu dan menyenangkan dan yang lebih
penting lagi adalah dapat menciptakan peserta didik belajar cara belajar
(learning how to learn) yang terbaik bagi dirinya.
2. Meningkatkan kompetensi manajemen pendidikan bagi pendidik sehingga lebih
professional.
3. Menghemat sumberdaya dengan hasil memuaskan.
4. Mendapatkan tenaga kependidikan yang professional.
2.7 MACAM-MACAM MANAJEMEN
1) Manajemen Sekolah
2) Manajemen Sumberdaya Manusia (SDM)
3) Manajemen Keuangan
4) Manajemen Pemasaran.
5) Manajemen Hubungan Masyarakat
2) Manajemen Sumberdaya Manusia (SDM)
3) Manajemen Keuangan
4) Manajemen Pemasaran.
5) Manajemen Hubungan Masyarakat
Adapun penjabaran makna dari lima pemikiran diatas adalah sebagai berikut
1. Manajemen Sekolah
Menurut
Nasuha Pengertian Manajemen Sekolah Dalam konteks pendidikan, memang masih
ditemukan kontroversi dan inkonsistensi dalam penggunaan istilah manajemen. Di
satu pihak ada yang tetap cenderung menggunakan istilah manajemen, sehingga
dikenal dengan istilah manajemen pendidikan
2. Manajemen Sumber Daya Manusia
(SDM)
Manajemen sumber daya manusia,
disingkat MSDM, adalah suatu ilmu atau cara bagaimana mengatur hubungan dan
peranan sumber daya (tenaga kerja) yang dimiliki oleh individu secara efisien
dan efektif serta dapat digunakan secara maksimal sehingga tercapai tujuan
bersama perusahaan, karyawan dan masyarakat menjadi maksimal.
3.
Manajemen Keuangan
Manajemen
keuangan atau pembiayaan merupakan serangkaian kegiatan perencanaan, melaksanakan
dan mengefaluasi serta mempertanggung jawabkan pengelolaan dana secara transparan
kepada masyarakat dan pemerintah.
langsung yang diperoleh dari berbagai sumber.
langsung yang diperoleh dari berbagai sumber.
4.
Manajemen
Hubungan Masyarakat (Humas)
sebagai pencitraan sekolah atau lembaga pendidikan.
Humas itu sendiri merupakan fungsi manajemen yang diadakan untuk menilai dan
menyimpulkan sikap-sikap publik, menyesuaikan kebijakan dan prosedur instansi
atau organisasi untuk mendapatkan pengertian dan dukungan dari massyarakat
2.8 KESALAHAN
MANAJEMEN
Kesalahan
manajemen dapat disebabkan oleh beberapa hal yaitu sebagai berikut:
1. Belum adanya pola struktur organisasi yang
seragam.
2. Belum adanya kesatuan bahasa dalam manajemen.
3. Belum adanya minat manajemen di beberapa pejabat
pimpinan.
4. Belum adanya keseragaman tentang cara dan tata
kerja antara instansi yang satu dengan
yang lain.
5. Tidak efektifnya pelaksanaan pengawasan.
6. Kurang tepatnya koordinasi.
7. Tidak sesuainya rencana dengan kesanggupan
ataupun kemampuan pelaksanaan rencana
2.9 PRINSIP-PERINSIP PENGELOLAAN DALAM MANAJEMEN
a. Prinsip efisiensi dan efektivitas
Agar prinsip efisiensi terlaksana, semua objek
organisasi harus dikelola dengan baik, sehingga penerapan prinsip efisiensi
benar-benar relevan dengan tujuan yang hendak dicapai.
b. Prinsip pengelolaan
Dengan
pengorganisasian program kerja sesuai perencanaan akan terlihat hubungan antar program
yang dimaksudkan, sehingga pada tahap pelaksanaan, pengutamaan efektifitas dan
efisiensi terjaga. Selanjutnya, setiap
pelaksanaan diarahkan secara sinergis pada tujuan yang ditargetkan. Dengan demikian, pengawasan dan evaluasi akan
mudah dilaksanakan.
c. Prinsip pengutamaan tugas pengelolaan
Manajer adalah orang yang
bertanggung jawab penuh dalam pelaksanaan organisasi, baik secara internal
maupun eksternal. Dengan tanggung jawab
manajer tersebut, pengutamaan tugas pengelolaan bukan semata-mata berkaitan
dengan manajerial internal yang memiliki hubungan dengan manajerial eksternal.
d. Prinsip kepemimpinan yang efektif
Manajer adalah seorang pemimpin yang
memiliki kebijaksanaa dalam mengambil keputusan. Dengan demikian, seorang pemimpin wajib
mengembangkan hubungan baik dengan semua bawahan.
e. Prinsip kerja sama
Semua tugas dan kewajiban manajer
tidak diborong oleh satu orang, melainkan dikerjakan menurut keahlian dan
tugasnya masing-masing. Dengan demikian,
beban kerjanya tidak menumpuk di satu tempat.
Pembagian tugas, wewenang dan tanggung jawab dipolarisasi berdasarkan
prinsip profesionalitas sehingga kerja sama yang dibangun tidak berbelit-belit.
Good
BalasHapusthanks
BalasHapus